Sabtu, 18 April 2020

Note: 18 April 2020.21:41.

Hai! Setelah empat tahun berlalu. Masih dengan ‘saya’ yang sama.

Malam ini, saya belum tidur. Setelah seharian berteman dengan layar komputer, tidak lain tidak bukan, menghibur diri, meratapi drama karangan manusia. Mohon jangan kaget dan heran. Dalam empat tahun terakhir, mungkin sudah ratusan judul drama dan film yang saya habiskan. Ini bukan apa-apa, bukan sebuah prestasi yang harus saya banggakan. Bukan juga sebuah keunggulan yang dapat saya tunjukan kepada kalian. Hanya saja, ‘mereka’ saya anggap sebagai pelarian yang tepat dari segala kisruh di dunia saya.

Empat tahun terakhir. Banyak yang terjadi.

Saya sudah lulus kuliah. Sudah bekerja. Sudah kembali ke kota tempat keluarga saya tinggal.

Dunia saya baru. Dikelilingi orang-orang baru pula.

Saya hidup kembali, dengan masalah yang lain lagi. Bukan soal rindu atau rintik hujan tengah malam yang dulu sering saya risaukan di media sosial. Bukan soal tugas-tugas kuliah atau perjalanan malam yang sering menyita waktu saya, dulu. Bukan juga, soal malasnya saya masak dan mencuci baju ketika nge-kost.

Bukan. Bukan itu.

Setiap malam, sebelum tidur. Setiap saat, kalau tiba-tiba ingat.

Memikirkan tentang bagaimana saya bisa bahagia. Dengan keluarga, dengan orang-orang yang saya cinta.

Terlalu klise, iya. Namun, sepertinya usia telah membuat saya berbeda.


-          saya yang sadar kalau selama ini tidak pernah menyayangi diri saya sendiri.

0 komentar:

Posting Komentar