Hai! Setelah empat tahun berlalu. Masih dengan ‘saya’ yang
sama.
Malam ini, saya belum tidur. Setelah seharian berteman
dengan layar komputer, tidak lain tidak bukan, menghibur diri, meratapi drama
karangan manusia. Mohon jangan kaget dan heran. Dalam empat tahun terakhir,
mungkin sudah ratusan judul drama dan film yang saya habiskan. Ini bukan
apa-apa, bukan sebuah prestasi yang harus saya banggakan. Bukan juga sebuah
keunggulan yang dapat saya tunjukan kepada kalian. Hanya saja, ‘mereka’ saya
anggap sebagai pelarian yang tepat dari segala kisruh di dunia saya.
Empat tahun terakhir. Banyak yang terjadi.
Saya sudah lulus kuliah. Sudah bekerja. Sudah kembali ke
kota tempat keluarga saya tinggal.
Dunia saya baru. Dikelilingi orang-orang baru pula.
Saya hidup kembali, dengan masalah yang lain lagi. Bukan
soal rindu atau rintik hujan tengah malam yang dulu sering saya risaukan di media
sosial. Bukan soal tugas-tugas kuliah atau perjalanan malam yang sering menyita
waktu saya, dulu. Bukan juga, soal malasnya saya masak dan mencuci baju ketika nge-kost.
Bukan. Bukan itu.
Setiap malam, sebelum tidur. Setiap saat, kalau tiba-tiba
ingat.
Memikirkan tentang bagaimana saya bisa bahagia. Dengan keluarga,
dengan orang-orang yang saya cinta.
Terlalu klise, iya. Namun, sepertinya usia telah membuat
saya berbeda.
-
saya yang sadar kalau selama ini tidak pernah
menyayangi diri saya sendiri.
0 komentar:
Posting Komentar